materi tugas

Kamis, 05 Juni 2014

BSM KCP Karangayu


PEMBAHASAN

A.    Sejarah Berdirinya Bank Mandiri Syariah KCP Karangayu Semarang
Sebagai lembaga keuangan syariah, bank syariah adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat dengan menegakkan aturan-aturan ekonomi islami. Menurut Undang Undang No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Perbankan Syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
Mengacu pada hal tersebut diatas, di Indonesia banyak bermunculan Bank Syariah salah satunya Bank Mandiri Syariah atau yang biasa disebut dengan BSM. BSM hadir pada tahun 1999 pasca terjadinya krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. Sebagaimana yang diketahui, krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997 telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dunia usaha. Dalam kondisi ini perbankan nasional yang meliputi bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa.
Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing. Pada saat bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai pemilik mayoritas baru BSB.
Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system). Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999.
Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/ KEP.BI/1999, 25 Oktober 1999. Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/ 1999, BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999.
Wilayah kerja PT. Bank Syari’ah Mandiri tersebar di seluruh Wilayah Indonesia. Salah satunya di kota Semarang, Bank Syariah Mandiri membuka kantor cabang dan beberapa kantor cabang pembantu salah satunya yang terletak di Karangayu Semarang. BSM KCP Karangayu semula berlokasi di Jrakah-Ngaliyan sebagai Kantor Kas yang dikelola oleh 5 pegawai sejak tahun 2006-2007. Sebelum menjadi kantor cabang pembantu Bank Syariah Mandiri KCP Karangayu adalah Kantor Kas sejak awal tahun 2007. Bank Syariah Mandiri Karangayu resmi berdiri sebagai kantor cabang pembantu pada 1 Juli 2010 dibawah koordinasi Bank Syariah Mandiri Cabang Semarang.
B.     Visi Dan Misi Bank Mandiri Syariah
1.      Visi
Visi Bank Mandiri Syariah yaitu “Menjadi Bank Syariah terpercaya pilihan mitra usaha”.
2.      Misi
Sedangkan misi Bank Mandiri Syariah antara lain:
a.       Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan
b.      Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM
c.       Merekrut dan mengembangkan pegawai profesional dalam lingkungan kerja yang sehat
d.      Mengembangkan nilai-nilai syariah universal
e.       Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat
C.    Shared Values
Setelah melalui proses yang melibatkan seluruh jajaran pegawai sejak pertengahan 2005, lahirlah nilai-nilai perusahaan yang disepakati bersama untuk di-shared oleh seluruh pegawai Bank Mandiri Syariah yang disebut Shared Values Bank Mandiri Syariah. Shared values BSM yang disingkat “ETHIC” yaitu:
a.       Excellence, berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan.
b.      Teamwork, mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi.
c.       Humanity, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan religius.
d.      Integrity, menaati kode etik profesi dan berfikir serta berperilaku terpuji.
e.       Customer focus, memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan Bank Mandiri Syariah sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan.
D.    Struktur Organisasi
•      Kepala KCP BSM : Meilia Dewi Indriyani
•      Account Officer : A. Khoiri
            Pelaksana marketing support : Ferry J.K
            Syariah funding executive: Elly Nur R, Sri Mulyani, Anna
•      Operation office : Deka Harya
            Customer service : Anik M.
            Teller : Inayati, Nurlaili A.
            Back office: Rizki Yuliarto
            Security: Sarbani, Billy
•      Officer gadai : Joko Umbartono
            Pelaksana gadai : Joko Umbartono
•      Kepala warung mikro: Anggit Pragusto S.
            Marketing mikro : M. Azis, M. Hafidh
            Asisten analisis mikro : Deny Rohadian S.
            Adm.Pemb.mikro : Pandu Adhiaksa S. 

E.     Produk-produk Bank Mandiri Syariah KCP Karangayu Semarang
1.      Produk simpanan
Produk simpanan di Bank Mandiri Syariah terdiri dari:
a.       Tabungan BSM
Bentuk tabungan atau simpanan dalam mata uang rupiah yang penarikan dan penyetorannya dapat dilakukan setiap saat selama jam buka kas kantor BSM atau melalui ATM. Tabungan ini berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqoh (bagi hasil). Setoran awal minimal Rp 80.000,00 dan setoran selanjutnya minimal Rp 10.000,00 dengan biaya administrasi Rp 6.000/ bulan.
b.      Tabungan Mabrur
Simpanan dalam mata uang rupiah untuk membantu pelaksanaan ibadah haji dan umrah dan hanya dapat dicairkan untuk keperluan ibadah haji atau umrah. Tabungan ini menggunakan prinsip syariah dengan akad mudharaba  muthlaqoh (bagi hasil). Dengan membuka tabungan mambrur ini, nasabah akan mendapatkan fasilitas talangan haji untuk kemudahan mendapatkan porsi haji. Setoran awal minimal Rp 500.000,00 dan setoran selanjutnya minimal Rp 100.000,00. Apabila saldo dalam tabungan mabrur sudah mencapai Rp 25.000.000, maka akan didaftarkan langsung ke Depag melalui SISKOHAT.
c.       Tabungan investa cendikia
Tabungan berjangka untuk keperluan uang pendidikan dengan jumlah setoran bulanan tetap dan dilengkapi dengan perlindungan asuransi. Tabungan ini menggunakan akad mudharabah muthlaqoh dengan periode tabungan 1s/d 20 tahun. Setoran bulanan minimal Rp 100.000,00 s/d Rp 400.000,00. Usia nasabah minimal 17 tahun dan maksimal 55 tahun.
d.      Tabungan berencana
Tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian pencapaian target dana yang telah ditetapkan. Tabungan ini berdasarkan prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqoh dengan periode tabungan 1 s/d 10 tahun dan mendapat jaminan asuransi. Setoran bulanan minimal Rp 100.000 dengan target dana minimal Rp 1.200.000 dan maksimalnya Rp 200 juta. Ketentuan usia nasabah minimal 18 tahun dan maksimal 60 tahun saat jatuh tempo.
e.       Tabungan simpatik
Tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat yang disepakati. Setoran awal minimal Rp 20.000,00 dan setoran selanjutnya minimal Rp 10.000,00 dengan biaya administrasi Rp 2.000/ bulan atau sebesar bonus bulanan.
f.       TabunganKu
Tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tabungan ini menggunakan akad wadi’ah yad dhamanah dengan setoran awal minimal Rp 20.000,00 dan setoran selanjutnya minimal Rp 10.000,00.
g.      BSM deposito
Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang rupiah yang dikelola berdasarkan prinsip mudharabah muthlaqoh. Jangka waktu yang ditentukan antara lain 1, 3, 6 dan 12 bulan dan hanya dapat dicairkan pada saat jatuh tempo saja. Setoran awal minimal Rp 2.000.000,00 dengan biaya materai Rp 6.000,00.
h.      BSM giro
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang rupiah untuk kemudahan transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadi’ah yad dhamanah. Nasabah akan mendapatkan kemudahan bertransaksi dengan diberi fasilitas cek atau BG serta BSM Card sebagai kartu ATM sekaligus debet. Setoran awal minimal Rp 500.000,00 untuk perorangan sedangkan untuk perusahaan sebesar Rp 1.000.000,00. Saldo minimal untuk perorangan Rp 500.000,00 dan untuk perusahaan Rp 1.000.000,00 serta biaya administrasi untuk perorangan Rp 10.000,00 sedangkan perusahaan Rp 15.000,00. Biaya administrasi buku cek atau BG sebesar Rp 100.000,00.
2.      Produk pembiayaan
a.       Pembiayaan mudharabah BSM
Fasilitas pembiayaan dimana investor (shahibul maal) menginvestasikan dananya kepada bank disertai dengan pernyataan bahwa investasi tersebit dijaminkan kepada Bank atas pembiayaan yang diberikan oleh Bank kepada pelaksana usaha tertentu atau pelaku usaha. Dalam pembiayaan ini nasabah akan mendapat bagi hasil sesuai nisbah yang telah ditentukan.
b.      Pembiayaan musyarakah BSM
Kerjasama antara pihak bank dengan nasabah pelaku usaha, dimana bank memberikan sebagian dana untuk modal usaha nasabah dengan menggunakan sistem bagi hasil sesuai nisbah yang ditentukan.
c.       Pembiayaan murabahah BSM
Pembiayaan jual beli barang, dimana bank meminjamkan dananya kepada nasabah untuk keperluan pembelian barang. Dengan perjanjian harga perolehan barang ditambah keuntungan (mark up) yang telah disepakati bersama.
d.      Pembiayaan talangan haji BSM
Pembiayaan untuk keperluan kemudahan menunaikan ibadah haji atau umrah bagi nasabah untuk memperoleh prosi haji.
e.       Pembiayaan griya BSM
Pembiayaan yang diberikan kepada nasabah untuk keperluan pembelian rumah tinggal (KPR).
f.       Pembiayaan dana berputar
Pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sementara dengan menggunakan akad musyarakah.
g.      Gadai emas BSM
Pembiayaan yang diberikan bank kepada nasabah dengan menjaminkan atau mengadaikan emas milik nasabah.
h.      Pembiayaan dana pendidikan
Pembiayaan untuk kebutuhan pendidikan dengan menggunakan akad ijarah.
3.      Produk jasa layanan syariah
Jasa layanan syariah di Bank Mandiri Syariah anatara lain:
a.       BSM card
Kartu yang dapat dipergunakan untuk transaksi perbankan melalui ATM dan mesin debit.
b.      BSM mobile banking gprs
Layanan transaksi perbankan (non tunai) melalui mobile phone (handphone) berbasis GPRS. Layanan ini bisa digunakan untuk transaksi transfer antar sesama maupun anggota ATM Bersama dan Prima, pembelian pulsa dan pembayaran premi asuransi.
c.       BSM net banking
Layanan transaksi perbankan (non tunai) melalui internet. Layanan ini dapat digunakan untuk transfer, Brosur prosuk dana dan jasa Bank Syariah Mandiri kliring, pembayaran tagihan listrik dan telpon dan pembelian pulsa.
F.     Analisis Lingkungan Internal
1.      Segmentation
Tabungan BSM merupakan produk utama BSM yang mencakup segmentasi berdasarkan demografik, psikografik, dan perilaku. Segmentasi demografik adalah segmen terhadap sekelompok orang berdasarkan umur, yaitu setiap orang yang membuka rekening tabungan harus mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain itu berdasarkan agama yaitu sekelompok orang yang mengerti hukum Islam sesuai ajaran agamanya yang menjelaskan riba itu haram, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk sekelompok orang non muslim untuk menabung di BSM. Karena layanan perbankan syariah bersifat universal yang secara umum dapat diterima oleh seluruh umat manusia, sesuai misi BSM yang ke empat yaitu mengembangkan nilai-nilai syariah universal. Segmentasi psikografik adalah segmen terhadap sekelompok orang yang menyesuaikan dengan gaya hidup yang terus berkembang untuk mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi. Sedangkan untuk segmentasi perilaku adalah segmen terhadap sekelompok orang yang menabung dengan pengetahuan yang mereka miliki yang tanggap terhadap suatu produk dengan memperhatikan kegunaan atau manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
2.      Targetting
Target pasar untuk produk Tabungan BSM yaitu cakupan seluruh segmentasi masyarakat Semarang baik penduduk muslim yang mengerti prinsip syariah yang merupakan ajaran agama Islam, maupun sekelompok orang nonmuslim yang tertarik dengan sistem perbankan syariah dengan melihat keuntungan yang didapat. Selain itu, target pasar ini dipilih perusahaan karena Semarang masih dalam tahap perkembangan sehingga membutuhkan bantuan-bantuan salah satunya dari industri perbankan.
3.      Positioning
BSM KCP Karangayu meyakini untuk menjadi pemimpin pasar (market leader) untuk perbankan syariah di Semarang. Market leader merupakan pemimpin pasar dalam berbagai hal seperti memberikan pelayanan yang memuaskan, meningkatkan kualitas produk yang sudah ada, dan hal-hal lain sebelum dilakukan oleh pesaing. Tujuan utama yang dijalankan oleh pemimpin pasar adalah menjadi atau tetap nomor satu. Beberapa hal yang harus dilakukan BSM KCP Karangayu untuk mencapai posisi tersebut yaitu mengelola SDM yang dimiliki maupun yang akan direkrut perusahaan dengan baik, meningkatkan aset, penetrasi pasar, memberikan pelayanan kepada nasabah secara maksimal, memperkuat tim marketing, menjaga integritas, dan terus melakukan promosi dan sosialisasi kepada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan misi BSM yaitu, mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan, mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM, merekrut dan mengembangkan pegawai profesional dalam lingkungan kerja yang sehat, mengembangkan nilai-nilai syariah universal, dan menyelenggarakan operasional bank sesuai standar perbankan yang sehat.
G.    Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
1.      Produk (Product)
Produk BSM didasarkan pada prinsip dan kaidah syariah yang terdiri dari tiga bagian, yaitu pembiayaan atau penyaluran dana (Investment Product), produk dana atau penghimpunan dana (Funding Product), dan produk jasa (Service Product). Pembiayaan terdiri dari BSM Implan, Pembiayaan Peralatan Kedokteran, Pembiayaan Edukasi BSM, Pembiayaan Dana Berputar, Pembiayaan Kepada Pensiunan, Pembiayaan Umrah, Pembiayaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya, Pembiayaan Griya BSM, Pembiayaan Talangan Haji, BSM Customer Network Financing, Pembiayaan Griya BSM Optima, Pembiayaan Griya BSM Bersubsidi, Pembiayaan Griya BSM DP 0%, dan Pembiayaan Kendaraan Bermotor. Produk dana terdiri dari tiga bagian yaitu BSM Tabungan (Tabungan BSM, BSM Tabungan Berencana, BSM Tabungan Simpatik, BSM Tabungan Investa Cendekia, BSM Tabungan Mabrur, BSM Tabungan Dollar, BSM Tabungan Kurban, dan BSM Tabungan Pensiun), BSM Giro (BSM Giro, BSM Giro Valas, BSM Giro Singapore Dollar, dan BSM Giro Euro), dan BSM Deposito (BSM Deposito dan BSM Deposito Valas). Produk jasa terdiri dari tiga bagian yaitu Jasa Produk (BSM Card, BSM Sentra Bayar, BSM SMS Banking, BSM Mobile, BSM Net Banking, BSM Jual Beli Valas, BSM Electronic Payroll, Transfer Uang Tunai, dan Pembayaran melalui menu Pemindahbukuan di ATM), Jasa Operasional (BSM Transfer Lintas Negara Western Union, BSM Kliring, Inkaso, BSM Intersity Clearing, BSM RTGS (Real Time Gross Sattlement), Transfer Dalam Kota (LLG), BSM Transfer Valas, BSM Pajak Online, BSM Pajak Import, BSM Standing Order, dan BSM Referensi Bank), dan Jasa Investasi (Reksadana dan Sukuk Ritel).
Produk Tabungan BSM yang ditawarkan BSM KCP Karangayu merupakan produk utama. Tabungan BSM merupakan salah satu produk penghimpunan dana yang paling besar karena tabungan ini lebih murah dibandingkan dengan deposito yang nominal dana yang dibutuhkan untuk menyimpan di bank besar dan akan habis ketika nasabah mengambilnya kembali karena sudah jatuh tempo. Perbedaan produk Tabungan BSM dengan produk lainnya yaitu berdasarkan jenis akadnya (mudharabah muthlaqah, wadiah, dan wadiah yad dhamanah) dan karakteristiknya. Adapun Tabungan BSM menggunakan akad mudharabah muthlaqah (bagi hasil). Tabungan BSM ini merupakan salah satu produk untuk segmen pasar ritel atau konsumer karena segmen ini lebih menguntungkan bagi perushaan dalam hal biaya yang dikeluarkan untuk bagi hasil kecil. Selain itu, ketika semakin banyak nasabah, maka keuntungan yang diperoleh bank semakin besar. Alasan lain perusahaan memilih segmen tersebut sesuai dengan salah satu misi BSM yaitu mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM. Oleh karena itu, Tabungan BSM merupakan produk utama dari BSM.
Tabungan BSM dilengkapi dengan BSM Card sebagai sarana untuk melakukan tarik tunai di seluruh jaringan ATM BSM, ATM Mandiri, ATM Prima-BCA, ATM Bersama dan ATM Bankcard, pemindahbukuan antar rekening BSM, transfer uang antar bank secara real time melalui jaringan ATM Bersama dan Prima-BCA, pembayaran tagihan ponsel, Telkom, PLN dan IM2 di ATM BSM, pembayaran zakat dan infaq di ATM BSM dan ATM Mandiri, dan layanan informasi saldo dan penggantian PIN. BSM Card juga berfungsi sebagai kartu debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja di lebih dari 20.000 merchant yang menggunakan EDC Prima-BCA. Manfaat dan keuntungan lainnya yang didapat dari produk Tabungan BSM yaitu aman dan terjamin, online di seluruh outlet BSM, dan setoran minimum berikutnya yang ringan.
2.      Harga (Price)
Pembukaan rekening Tabungan BSM sudah dapat dilakukan hanya dengan melakukan minimum setoran awal sebesar Rp 80.000,00. Dengan setoran tersebut, tabungan ini sudah dilengkapi dengan BSM Card. Minimum setoran berikutnya sebesar Rp 10.000,00. Sedangkan saldo minimum pada tabungan ini sebesar Rp 50.000,00 dan biaya administrasi yang dikenakan sebesar Rp 6.000,00. Perbandingan bagi hasil (nisbah) antara bank dan nasabah untuk produk Tabungan BSM ini sebesar 66:34, artinya 66% untuk bank dan 34% untuk nasabah.
3.      Tempat (Place)
Kegiatan fungsional BSM KCP Karangayu berada di Jl. Jend. Sudirman No. 187-189 Ruko Siliwangi Plaza Blok A-5 Semarang dan dekat dengan pasar karangayu. Lokasi BSM yang berada dekat dengan pasar, berada di kota dan terletak di pinggir jalan diharapkan dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat khususnya yang berada di Semarang.
4.      Promosi (Promotion)
Promosi yang dilakukan oleh BSM KCP Karangayu adalah:
a.       Penjualan Pribadi (Personal Selling)
Promosi yang secara umum dilakukan oleh seluruh pegawai bank, mulai dari cleaning service, security, sampai pejabat bank. Personal selling juga dilakukan dengan merekrut tenaga-tenaga salesman dan salesgirl yaitu SFE (Sharia Executive Funding) untuk melakukan penjualan door to door. Kegiatan promosi ini dilakukan melalui Goes to School, ke pesantren-pesantren modern, ke pasar, ke kantor-kantor pemerintahan daerah Semarang, ke UMKM dan industri kecil, dan ke perguruan tinggi serta melakukan presentasi dengan mengundang calon nasabah untuk mempromosikan produk Tabungan BSM yang sudah melalui pembidikan terlebih dahulu. Selain itu, secara khusus personal selling dilakukan oleh petugas Customer Service (CS).
b.      Periklanan (Advertising)
Promosi yang dilakukan BSM KCP Karangayu antara lain pemasangan spanduk dan pencetakan brosur yang disebarkan di kantor, jalan-jalan atau pada saat membuka gerai BSM di acara-acara seminar.
c.       Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Promosi yang dilakukan untuk menarik nasabah untuk segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. Promosi penjualan yang dilakukan BSM KCP Lebak dilakukan melalui pemberian cinderamata, hadiah serta kenang-kenangan lainnya kepada nasabah yang loyal.
d.      Publisitas (Publicity)
Kegiatan promosi yang dilakukan BSM dengan mengikuti pameran-pameran dan menjadi sponsor kegiatan. Kegiatan publisitas ini diharapkan dapat meningkatkan pamor bank di mata para nasabahnya. Selain itu, tujuan publisitas ini agar nasabah mengenal lebih dekat. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, nasabah akan selalu mengingat BSM dan diharapkan akan menarik nasabah.
Bentuk promosi yang menjadi andalan untuk menunjang kegiatan pemasaran produk Tabungan BSM yaitu melalui personal selling. Kegiatan ini dilakukan dengan mempresentasikan langsung produk Tabungan BSM dengan mengundang calon nasabah yang sudah melalui pembidikan terlebih dahulu.
5.      Sumber Daya Manusia (People)
BSM KCP Karangayu mengadakan evaluasi untuk meningkatkan kinerja karyawan yaitu satu minggu sekali, sedangkan untuk penilaian hasil kinerja dilakukan evaluasi tiga bulan sekali. Khusus untuk karyawan bagian Sharia Funding Executive (SFE) juga dievaluasi untuk pelaporan target nasabah yang sudah didapat dalam waktu satu bulan, dilaporkan langsung saat do‟a pagi dilaksanakan.
Salah satu kunci penting untuk menjaga kualitas kinerja BSM adalah mengembangkan dan mendidik karyawannya secara berkesinambungan. BSM memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM yang unggul adalah penopang utama untuk menjadi pemimpin pasar dan lokomotif pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Untuk melahirkan SDM yang unggul, BSM menumbuhkembangkan budaya pembelajaran secara berkelanjutan, dan didukung fasilitas belajar terbaik.
BSM telah menyediakan sarana peningkatan kualitas SDM melalui beragam fasilitas pendidikan dan pelatihan (Diklat), yaitu Program Pelatihan Berbasis Kompetensi, E-Learning, dan Learning Center. Pertama, program pelatihan berbasis kompetensi merupakan program diklat yang bertujuan untuk memenuhi kompetensi sesuai jabatan setiap pegawai. Program ini disusun berdasarkan Competency Based Human Resources Management (CBHRM) yang dikembangkan di internal BSM. Rincian program berbasis kompetensi ini meliputi:
a.       Core Training, yaitu diklat dasar yang wajib diikuti oleh seluruh pegawai BSM.
b.       Functional Training, yaitu diklat yang bertujuan meningkatkan kompetensi teknis sesuai dengan jabatan (job desk) pegawai.
c.       Behaviour Training, yaitu diklat yang bertujuan meningkatkan kompetensi perilaku pegawai pada level dan jabatan tertentu.
d.      Managerial Training, yaitu diklat yang bertujuan meningkatkan kompetensi manajerial dan leadership pegawai BSM yang menduduki jabatan struktural.
Selain itu, program diklat di BSM berjalan melalui 3 metode delivery, yaitu:
a.       E-Learning: Proses pelatihan yang sepenuhnya dilakukan melalui media E-Learning. Pembelajaran melalui E-Learning dimulai dari proses pendaftaran, pelatihan, test dan evaluasi sampai dengan penerbitan sertifikat pelatihan.
b.      Classroom Training: Proses pelatihan yang dilaksanakan di dalam kelas (di Learning Centre BSM maupun di Cabang Koordinator) untuk meningkatkan skill pegawai.
c.       Blended Learning: Proses pelatihan yang memadukan antara proses pembelajaran melalui E-Learning dan classroom. Pegawai terlebih dahulu belajar melalui E-Learning untuk meningkatkan pengetahuan. Setelah lulus pre-test di E-Learning, pegawai mengikuti classroom training guna meningkatkan skill dari pengetahuan yang telah didapat melalui E-Learning.
Kedua, E- Learning adalah proses pembelajaran melalui bantuan teknologi informasi. E-Learning merupakan salah satu infrastruktur yang dapat mempercepat proses pengembangan pegawai karena dapat diakses melalui seluruh kantor cabang BSM di seluruh Indonesia pada waktu yang tidak terbatas dengan ratusan materi pelatihan dan ribuan soal-soal test evaluasi dari berbagai topik pelatihan.
Terakhir, Learning Centre merupakan pusat pembelajaran classroom training baik di Jakarta maupun Kantor Wilayah. Untuk mengembangkan budaya perusahaan, segenap pegawai BSM terlibat secara aktif pada program implementasi Shared Values (ETHIC) yang terdiri dari nilai-nilai: Excellence, Teamwork, Humanity, Integrity, dan Customer Focus, juga memiliki program peningkatan integritas pegawai melalui kegiatan forum do‟a pagi, reading discuss pada Rabu sore, dan dzikir Jum‟at pagi. Program pendidikan dan pelatihan ini juga menjadi kegiatan yang dilakukan oleh karyawan BSM KCP Karangayu.
6.      Proses (Process)
Proses registrasi untuk pembukaan rekening produk Tabungan BSM yaitu calon nasabah mengunjungi Customer Service (CS). Kemudian CS memberikan informasi mengenai produk-produk BSM, menjelaskan manfaat dan ciri-cirinya. Untuk pembukaan rekening baru Tabungan BSM, CS membantu nasabah mengisi formulir aplikasi. Syarat-syarat yang harus dipenuhi nasabah yaitu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), membayar setoran awal minimum Rp 80.000,00 (Delapan Puluh Ribu Rupiah), dan tanpa dikenakan biaya apapun lagi. Buku tabungan sudah bisa diambil saat itu juga setelah proses selesai, sedangkan BSM Card harus menunggu satu sampai dua minggu untuk bisa diambil.
7.      Produktivitas dan Kualitas (Productivity and Quality)
Sistem online yang sudah diterapkan BSM menjadi penilaian tersendiri, karena hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas suatu kegiatan operasional, sehingga akan menghasilkan produktivitas dan kualitas yang lebih baik. Perusahaan terus mengelola karyawannya sebagai aset perusahaan dalam segi peningkatan kompetensi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas karyawan.
Adapun upaya yang dilakukan perusahaan yaitu dengan memberikan pendidikan dan pelatihan seperti Program Pelatihan Berbasis Kompetensi, E-Learning, dan Learning Center. Lebih jelasnya karyawan harus mengikuti pelatihan yang disesuaikan dengan jabatan pegawai seperti BSM branch operation for back office, BSM branch operation for front lines, BSM product for front lines, BSM basic financing management, dan online test.
8.      Bukti Fisik (Physical Evidence)
BSM mampu menjadi yang terbaik dalam beberapa kategori loyalitas nasabah, yaitu kategori Customer Transaction Index (CTI), Customer Relationship Index (CRI), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Selain itu, sudah banyak penghargaan yang telah diterima dalam 4 tahun terakhir sampai bulan Januari 2012 tercatat sebanyak 56 penghargaan yang diterima BSM. Beberapa penghargaan terbaru yang diterima antara lain sebagai Best Islamic Bank in Indonesia dari Islamic Finance News/Redmoney; The Best Brand Equity Champion of Islamic Banking dari Markplus Insight dan Majalah Marketeers; The Most Popular Brand of Islamic Banking dari Markplus Insight dan Majalah Marketeers; Rating BSM Jangka Panjang Naik dari AA ke AA+ (Outlook: Stabil) dari Fitch Ratings; Rekor Dunia Bedah Buku serentak di tempat terbanyak dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI); The Best Islamic Fully Pledged Bank dari Karim Business Consulting; Net Promoter Leader dari Majalah SWA bekerja sama dengan lembaga riset Hachiko; Asiamoney Islamic Bank Award 2011 dari Asiamoney; Annual Report Award (ARA) 2010 dari Bank Indonesia, Bapepam-LK, BEI, Kementerian BUMN, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Ikatan Akuntan Indonesia, dan Ditjen Pajak; Best Islamic Bank Award dari The Asset Asian Hongkong, dan lain-lain.
Bentuk pengakuan keberadaan BSM dengan melihat dari penghargaan-penghargaan yang sudah diperoleh perusahaan membuat citra perusahaan semakin baik di mata investor dan masyarakat. Sehingga ini akan membantu perusahaan untuk membentuk kepercayaan pada nasabah untuk menyimpan dananya di BSM KCP Karangayu.

2 komentar:

  1. Mbk aq ke terima d funding d BSM. Tp blm aktf krj soalnya nunggu sk katanya dr pusat. Biasanya klo funding cabang gitu ad trainingnya g sih mbk? Trs dmn ya? Thanks mb

    BalasHapus
  2. terima kasih, blognya sangat membantu

    BalasHapus